Salah satu tantangan utama pembangunan Indonesia saat ini adalah masalah kesehatan yang berorientasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dibutuhkan tenaga kesehatan yang profesional demi keselamatan, kesembuhan, dan kesejahteraan masyarakat sehingga tercapai jaminan kesehatan yang bermutu. Profesi dokter berkaitan erat dengan keadaan kesehatan masyarakat secara luas dan tanggung jawab secara sosial terhadap bangsa dan negara.
Pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret turut berperan dalam pembangunan kesehatan bagi Bangsa Indonesia dengan melahirkan dokter-dokter profesional yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia untuk mengabdi kepada masyarakat. Pendidikan dokter dimulai sejak para mahasiswa baru menginjakkan kakinya di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, menjalani pendidikan preklinik selama delapan semester kemudian dilanjutkan dengan pendidikan profesi di rumah sakit.
Dalam melaksanakan profesi kedokteran seorang dokter terikat sumpah dokter ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dokter profesional bukan hanya sekedar tenaga teknis, akan tetapi juga harus memiliki komitmen untuk suatu tujuan mulia sesuai standart yang telah ditetapkan. Dokter dituntut untuk memiliki moralitas dan profesionalisme yang baik dan memiliki tanggung jawab untuk meringankan beban penderitaan masyarakat, sehingga tercapai peningkatan derajat kesehatan yang lebih baik untuk menuju kesehatan yang menyeluruh.
Sehubungan dengan hal tersebut, dalam rangka Pelantikan dan Sumpah Dokter Baru Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Periode 173 sebagai pengukuhan atas profesi dan sebagai pemberian tanggung jawab atas profesionalisme sebagai seorang dokter, kami menyelenggarakan simposium sebagai salah satu syarat dalam pelantikan.
Panitia Simposium dalam rangka Sumpah Dokter periode 173 Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan sebuah simposium dengan tema “Update Management of Hypertension and Its Complications”. Latar belakang hal tersebut adalah bahwa hipertensi adalah masalah medik yang sering dijumpai dalam praktek klinik sehari-hari. Saat ini Hipertensi menjadi The Silent Disease masyarakat modern. Hasil survei kesehatan yang dilakukan pada tahun 2001 oleh Departemen Kesehatan menunjukan perbandingan orang yang menderita penyakit hipertensi cukup tinggi, yaitu 56 orang dari 100 orang disurvei, mengidap penyakit hipertensi
Dokter praktek umum mempunyai peran penting dalam penanganan hipertensi disamping dokter spesialis penyakit dalam, spesialis jantung dan spesialis lain. Oleh karena itu setiap dokter perlu dibekali pengetahuan yang memadai agar dapat menangani pasien hipertensi dengan lebih baik. Hipertensi diketahui mempunyai pengaruh buruk terhadap organ target seperti jantung, otak, ginjal dan pembuluh darah.
Data klinik membuktikan bahwa tingginya tekanan darah menyebabkan kerusakan berbagai organ target. Gejala akibat komplikasi hipertensi yang sering dijumpai adalah: gangguan saraf, gagal jantung, gangguan fungsi ginjal, gangguan serebral (otak). Penanganan yang komprehensif meliputi pengobatan farmakologis dan non farmakologis meliputi psikoterapi suportif, rehabilitasi medik, serta terapi radiointervensi dapat menurunkan risiko komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit hipertensi.